Politik
Rahayu Saraswati: Desain Tak Terdaftar Berpotensi Menimbulkan Sengketa, Registrasi Perlu Diperkuat
Published
2 bulan agoon
Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Desain Industri DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, menyoroti sejumlah isu krusial dalam pembahasan RUU Desain Industri, khususnya terkait mekanisme penyelesaian sengketa dan pengakuan terhadap desain yang belum terdaftar (unregistered design).
Menurut Saraswati, pengakuan terhadap desain yang belum didaftarkan berpotensi menimbulkan persoalan hukum, terutama dalam hal pembuktian kepemilikan ketika terjadi sengketa.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU Desain Industri bersama sejumlah akademisi dan pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
“Kalau desain yang belum terdaftar otomatis memiliki hak, bagaimana kita bisa memastikan kapan desain itu mulai dibuat dan siapa yang pertama menciptakannya? Di sinilah tantangan pembuktiannya,” ujar Saraswati.
Di sisi lain, Politisi Fraksi Partai Gerindra itu mengapresiasi langkah Kementerian Hukum yang tengah mendorong percepatan layanan pendaftaran dan sertifikasi desain melalui digitalisasi. Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi terobosan penting bagi pelaku industri maupun UMKM karena mampu memangkas waktu dan biaya proses administrasi.
Ia menyebut digitalisasi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada tahap awal pemeriksaan, berpotensi mempercepat proses layanan yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan menjadi sekitar satu bulan.
“Ini merupakan gebrakan yang sangat baik karena memberikan kepastian lebih cepat bagi pelaku usaha. Jika ada kekurangan dalam pengajuan, mereka juga bisa segera melakukan perbaikan tanpa harus menunggu terlalu lama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saraswati mengingatkan pentingnya menyesuaikan pengaturan desain industri dengan sistem hukum Indonesia yang menganut *civil law*. Menurutnya, Indonesia tidak dapat serta-merta mengadopsi praktik dari negara lain tanpa mempertimbangkan karakteristik sistem hukum nasional.
Ia juga menekankan bahwa perlindungan hukum dalam desain industri pada dasarnya diberikan kepada pencipta desain, bukan semata-mata kepada produk yang dihasilkan.
Selain itu, Pansus turut mendalami posisi desain industri dalam ekosistem kekayaan intelektual, termasuk batasannya dengan hak cipta. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah siapa yang berhak mengajukan pendaftaran desain dalam konteks produksi massal yang melibatkan kolaborasi antara desainer dan perusahaan.
“Dalam produksi massal sering kali terdapat kerja sama antara desainer dan perusahaan. Karena itu perlu kejelasan mengenai siapa yang menjadi pemegang hak dan pihak yang mengajukan pendaftaran desain,” katanya.
Menurut Saraswati, kejelasan mengenai subjek pendaftar dan pemegang hak sangat penting untuk mencegah tumpang tindih dengan rezim hak cipta maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya.
Karena itu, Pansus membuka ruang bagi berbagai masukan dari kalangan akademisi dan praktisi, termasuk kemungkinan mewajibkan seluruh desain yang ingin memperoleh perlindungan hukum untuk terlebih dahulu didaftarkan secara resmi.
“Kalau memang diperlukan, kita bisa mempertimbangkan agar semua desain yang ingin mendapatkan perlindungan harus didaftarkan. Dari sisi pembuktian, pendekatan ini akan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat dan meminimalkan sengketa,” pungkasnya.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pansus DPR RI untuk menyusun regulasi yang mampu memberikan perlindungan hukum yang jelas, mendorong inovasi desain nasional, serta menjawab kebutuhan dunia industri dan pelaku usaha di Indonesia.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

