Politik
Bob Hasan Tegaskan Revisi UU Kehutanan Demi Lindungi Hutan dan Hak Masyarakat Adat
Published
3 minggu agoon
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terus mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Revisi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum yang lebih kuat, mempercepat penyelesaian konflik tenurial, memperkuat pengakuan terhadap masyarakat hukum adat, serta mendukung tata kelola hutan yang berkelanjutan.
Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, mengatakan pembahasan RUU Kehutanan dilakukan dengan menghimpun berbagai masukan dari para pemangku kepentingan. Langkah ini diperlukan agar regulasi kehutanan mampu menjawab perkembangan hukum, kebijakan, dan praktik pengelolaan hutan yang telah mengalami banyak perubahan selama lebih dari dua dekade terakhir.
“Pada hakikatnya, hutan di setiap wilayah merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang isi dan sumber dayanya harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat di sekitarnya,” ujar Bob Hasan dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Harmonisasi RUU Kehutanan di Ruang Rapat Badan Legislasi, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, pengelolaan hutan harus tetap berpedoman pada amanat konstitusi dengan menjaga keseimbangan antara fungsi ekonomi, fungsi sosial, dan kelestarian lingkungan.
Menurut Bob, revisi yang tengah disusun bukan sekadar melakukan perubahan parsial, melainkan menyusun regulasi yang lebih komprehensif dan relevan dengan tantangan pengelolaan kehutanan saat ini.
“Kita tidak ingin aturan kehutanan nantinya hanya serupa dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999. Upaya kita adalah melakukan perubahan secara menyeluruh agar lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini,” tegasnya.
Menurutnya, ancaman pidana dan denda yang diatur dalam ketentuan tersebut masih belum memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran.
“Sanksinya tergolong rendah, hukumannya hanya 10 tahun dan dendanya sekitar Rp2,5 miliar untuk kegiatan penambangan emas yang berpotensi merusak kawasan hutan,” ucapnya.
Bob Hasan menegaskan, revisi UU Kehutanan harus mampu memperkuat kepastian hukum bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kawasan hutan serta menjamin penghormatan atas hak-hak masyarakat hukum adat dan masyarakat yang hidup di dalam maupun di sekitar kawasan hutan.
Melalui pembahasan RUU Kehutanan, Baleg DPR RI berharap dapat menghadirkan regulasi yang lebih adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga pengelolaan hutan Indonesia mampu mendukung pembangunan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Komisi IV DPR Akan Panggil PT BSI, Titiek Soeharto: Tambang Harus Sejahterakan Masyarakat
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

