Politik
Putih Sari: BLK Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Serapan Tenaga Kerja Meningkat
Published
12 jam agoon
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, mendorong Balai Latihan Kerja (BLK) Palangkaraya memperkuat konsep link and match antara program pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, BLK harus mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, siap bekerja, sekaligus memiliki kemampuan berwirausaha.
Hal tersebut disampaikan Putih Sari saat meninjau BLK Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (23/07/2026).
“Keberadaan Balai Latihan Kerja harus mampu menjadi pusat pencetak tenaga kerja yang kompeten, siap bekerja, dan juga siap berwirausaha,” ujarnya.
Putih Sari mengapresiasi BLK Palangka Raya yang tetap menjalankan program pelatihan di tengah berbagai keterbatasan. Namun, menurutnya, kualitas pelatihan perlu terus ditingkatkan agar kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia menegaskan, penguatan link and match menjadi kunci agar lulusan BLK memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri, baik di Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah, sehingga mampu meningkatkan serapan tenaga kerja dan membantu menekan angka pengangguran.
“Link and match harus terus diperkuat antara pelatihan dan kebutuhan pasar kerja. Lulusan BLK harus benar-benar menguasai kompetensi yang dibutuhkan industri sehingga memiliki peluang besar untuk terserap di dunia kerja dan membantu menekan angka pengangguran,” katanya.
Selain itu, Putih Sari menyoroti masih adanya ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan pencari kerja dan kebutuhan pasar. Menurutnya, sebagian pengangguran justru berasal dari kelompok berpendidikan tinggi, termasuk lulusan sarjana.
Karena itu, ia mendorong agar pelatihan kerja tidak hanya berorientasi pada penyiapan tenaga kerja, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan, seperti manajemen bisnis dan pengembangan usaha, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
“Jangan hanya berfokus pada pencarian lowongan kerja. Lulusan, termasuk sarjana, juga perlu dibekali kemampuan manajemen bisnis dan kewirausahaan agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Lebih lanjut, Putih Sari menilai program pelatihan perlu disesuaikan dengan potensi unggulan daerah, termasuk sektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek besar dalam menyerap tenaga kerja dan melahirkan wirausaha baru.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha dan industri dalam penyusunan kurikulum serta pengembangan kompetensi pelatihan. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memastikan materi yang diajarkan di BLK selalu relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Perusahaan dan industri tidak hanya menjadi pengguna lulusan BLK, tetapi juga perlu berkontribusi dalam penyusunan kurikulum dan kompetensi yang dibutuhkan agar pelatihan benar-benar relevan dengan dunia kerja,” tegasnya.
Di sisi lain, Putih Sari menambahkan dukungan anggaran dan program dari Kementerian Ketenagakerjaan perlu terus dioptimalkan untuk memperkuat kapasitas BLK di daerah. Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar BLK semakin efektif mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Komisi IV DPR Akan Panggil PT BSI, Titiek Soeharto: Tambang Harus Sejahterakan Masyarakat
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

