Politik
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Published
2 bulan agoon
Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, meminta data layanan kesehatan yang disampaikan BPJS Kesehatan dicocokkan dengan kondisi faktual di Kota Palangka Raya. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kesesuaian data mengenai rasio dokter, tingkat hunian rumah sakit, hingga ketersediaan layanan kesehatan dengan kondisi pelayanan di lapangan.
Hal itu disampaikan Obon kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026).
“Tadi saya mempertanyakan laporan dari BPJS Kesehatan. Yang pertama, perbandingannya sekitar satu berbanding dua ribu berapa antara jumlah dokter dengan masyarakat. Itu bagus banget kalau angkanya memang seperti itu,” ujar Obon.
Menurutnya, Komisi IX DPR RI perlu melakukan cross-check bersama Pemerintah Kota Palangka Raya agar data yang disampaikan benar-benar mencerminkan kondisi pelayanan kesehatan di daerah.
“Nah, dari yang disampaikan BPJS, kita ingin cross-check dengan pemerintah daerah. Logikanya, kalau tadi laporan dari BPJS Kesehatan betul, dokternya memungkinkan, fasilitas kesehatan memungkinkan, kan tidak perlu lagi adanya fasilitas kesehatan yang lain,” katanya.
Legislator Gerindra itu menilai Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah menjadi barometer layanan kesehatan di daerah. Karena itu, apabila masih terdapat berbagai persoalan di Palangka Raya, kondisi di kabupaten dan wilayah yang lebih terpencil berpotensi menghadapi tantangan yang lebih besar.
Selain rasio tenaga kesehatan, Obon juga menyoroti tingkat hunian rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) yang dilaporkan berada di kisaran 46 persen. Menurutnya, data tersebut perlu diverifikasi agar sesuai dengan kondisi riil, termasuk terkait kapasitas layanan kesehatan rujukan dan ketersediaan tenaga medis.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya juga mengusulkan penambahan puskesmas dengan fasilitas rawat inap. Obon menilai usulan tersebut layak dipertimbangkan karena masih terdapat wilayah yang berjarak cukup jauh dari fasilitas kesehatan terdekat.
“Tadi ada disampaikan harapan dari wali kota agar ada penambahan fasilitas puskesmas yang bisa rawat inap. Jaraknya, kalau tidak salah, sekitar 20 kilometer dari fasilitas kesehatan terdekat. Nah, itu penting banget,” ucapnya.
Ia menegaskan Komisi IX DPR RI akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui pembahasan bersama mitra kerja, termasuk Kementerian Kesehatan.
“Nanti kita akan diskusi, kita akan tindak lanjuti, dan kita akan rekomendasikan ke Kementerian Kesehatan,” tegasnya.
Selain persoalan fasilitas kesehatan, Obon juga menyoroti kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Palangka Raya. Ia menyebut masih terdapat sekitar 25 ribu peserta yang menghadapi persoalan kepesertaan. Meski demikian, ia mengapresiasi komitmen pemerintah daerah untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu meskipun status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka telah dinonaktifkan.
“Secara umum bagus. Tadi UHC juga menjadi persoalan seperti di banyak daerah. Saya dengar ada sekitar 25 ribu peserta yang bermasalah, tetapi ada komitmen bahwa meskipun kepesertaan BPJS dinonaktifkan, masyarakat yang tidak mampu tetap akan mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Menhan Sjafrie Hadiri Rapat Paripurna DPR RI, Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Disetujui
Hari Keempat Pembinaan KKRI, Kadet Perkuat Nilai Sejarah, Ideologi, dan Kecakapan Digital
Kemhan dan TNI Perkuat Respons Bencana, dari Erupsi, Gempa NTT Hingga Karhutla
Sumur Mulai Mengering, Rocky Candra Bergerak Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Tangkit
23 Rumah Terbakar, Gerindra Makassar Bergerak Bantu Warga Asrama Kodam Mattoanging
Peduli Korban Kebakaran, DPC Gerindra Badung Turun Langsung Salurkan Bantuan
Baleg Kebut RUU Reforma Agraria, Bob Hasan Targetkan Rampung Sebelum Hari Tani
Sri Meliyana Ingatkan Peserta JKN Aktif Cek Status Kepesertaan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

