Politik
Sugiat Santoso Desak Pelaku Pengeroyokan di Bali Diproses Hukum, Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Main Hakim Sendiri
Published
2 jam agoon
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menyampaikan keprihatinan atas kasus pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga mencuri ayam hingga meninggal dunia di Kabupaten Tabanan, Bali. Menurutnya, tindakan main hakim sendiri yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Sugiat menegaskan, setiap dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat, katanya, tidak boleh mengambil alih proses hukum dengan melakukan tindakan kekerasan.
“Kalau terkait dugaan pencurian ayam, seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Merekalah yang berwenang menangkap, memproses, dan menentukan seseorang bersalah atau tidak. Bukan masyarakat yang kemudian main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa seseorang,” ujar Sugiat, Senin (27/7/2026).
Sebagai pimpinan Komisi XIII DPR RI yang membidangi hak asasi manusia, Sugiat menilai peristiwa tersebut harus menjadi pengingat bahwa praktik vigilante atau main hakim sendiri tidak memiliki tempat dalam negara hukum.
“Kami sangat prihatin atas peristiwa itu dan turut berduka cita. Ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak pernah main hakim sendiri terhadap siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana. Laporkan kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai aturan,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Selain menyoroti aspek penegakan hukum, Sugiat juga meminta negara memberikan perhatian kepada keluarga korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban meninggalkan anak-anak yang masih menempuh pendidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Kami mendapat informasi anak-anak korban masih ada yang bersekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA. Negara harus hadir memberikan perhatian terhadap masa depan mereka, terutama dalam aspek pendidikan dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Sugiat juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memproses seluruh pelaku pengeroyokan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Menghilangkan nyawa seseorang adalah tindak pidana. Siapapun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar memberikan rasa keadilan sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” tuturnya.
Saat ini, kepolisian masih mendalami peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Penyidik menangani dua perkara sekaligus, yakni dugaan pencurian ayam dan kasus pengeroyokan yang menyebabkan pria berinisial KD meninggal dunia.
You may like
Menhan Sjafrie Terima Penyerahan PPKH Lahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan
Khilmi: PT PAL Harus Jadi Tulang Punggung Kemandirian Industri Perkapalan Nasional
Sugiat Santoso Desak Pelaku Pengeroyokan di Bali Diproses Hukum, Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Main Hakim Sendiri
Sabam Rajagukguk: Good Neighbour Policy Harus Diimbangi Perlindungan Warga di Perbatasan
Sabam Rajagukguk Dukung Pembentukan Kodam Baru di NTT untuk Perkuat Pertahanan Kepulauan
Bob Hasan Tegaskan Pentingnya Diferensiasi Fungsi Polri dan Kejaksaan demi Penegakan Hukum Berintegritas
Sri Meliyana Apresiasi Capaian UHC Aceh, Dorong Penguatan Fasilitas dan Layanan Kesehatan
Ade Rezki Pratama Dorong Edukasi Masif Cegah Pekerja Migran Nonprosedural
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

