Politik
Data Desil DTSEN Bermasalah, Ruby Chairani Minta Bantuan Pendidikan Tak Salah Sasaran
Published
3 jam agoon
Anggota Komisi X DPR RI, Ruby Chairani Syiffadia, menyoroti persoalan status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai masih menjadi kendala bagi masyarakat dalam mengakses bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (KIP).
Srikandi Partai Gerindra itu meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) memperkuat sinkronisasi serta pemutakhiran data bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Ruby, status desil dalam DTSEN belum selalu mencerminkan kondisi ekonomi mahasiswa secara faktual.
“Seringkali banyak masyarakat yang terkendala status desil dalam DTSEN. Padahal ketika kami melihat kondisi real di lapangan, tidak semua yang terkendala desil berarti sudah tidak membutuhkan bantuan,” ujar Ruby dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Ruby menilai persoalan tersebut perlu segera diatasi agar data sosial ekonomi tidak menjadi penghambat mahasiswa yang sebenarnya masih membutuhkan dukungan pendidikan. Ia mendorong pemerintah menyediakan mekanisme koreksi yang cepat ketika terdapat ketidaksesuaian antara data DTSEN dan kondisi nyata mahasiswa.
“Harapan kami ke depannya ini dari Kemendikti Saintek bisa melakukan sinkronisasi dan juga pemutakhiran data dengan BPS dan jangan berhenti hanya di proses administrasi, tapi juga mencari mekanisme yang cepat untuk mengoreksi ketika kondisi real mahasiswa tidak sesuai dengan data desilnya,” tambahnya.
Menurut Ruby, pemutakhiran data secara berkala menjadi penting untuk memastikan kebijakan bantuan pendidikan dapat menyentuh kelompok yang benar-benar membutuhkan. Dengan data yang lebih akurat dan responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi, potensi mahasiswa kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan akibat persoalan administrasi dapat diminimalkan.
Ia menegaskan, penetapan penerima bantuan seharusnya tidak hanya bergantung pada data administratif, tetapi juga mampu mengakomodasi kondisi riil masyarakat di lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar program bantuan pendidikan berjalan lebih adil, tepat sasaran, dan tidak meninggalkan mahasiswa yang masih membutuhkan dukungan.
Ruby Chairani Respons Dampak Abu Vulkanik, Warga Lampung Dapat Masker dan Air Bersih
Hadapi Kekeringan, Orizah Santifa Distribusikan Air Bersih ke Desa-Desa di Brebes
Ade Jona Turun Langsung Temui Pengungsi Sinabung, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Sugiat Santoso Inisiasi Bimbel Gratis untuk 100 Siswa di Langkat
DPR Resmi Dorong Revisi UUPA, TA Khalid Perjuangkan Kewenangan dan Dana Otsus Aceh
Putih Sari Buka Ruang Aspirasi Pekerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
Data Desil DTSEN Bermasalah, Ruby Chairani Minta Bantuan Pendidikan Tak Salah Sasaran
M. Husni: Kepatuhan Warga Jadi Kunci Tekan Korban Jiwa Saat Erupsi Gunung Api
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

