Politik
Putih Sari Buka Ruang Aspirasi Pekerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
Published
2 bulan agoon
Dinamika dunia kerja yang terus berkembang membutuhkan aturan ketenagakerjaan yang mampu menjawab kebutuhan pekerja sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha. Karena itu, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan terus membuka ruang bagi masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, mengatakan DPR terbuka terhadap seluruh stakeholder yang ingin menyampaikan aspirasi terkait RUU Ketenagakerjaan. Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan agar regulasi yang dihasilkan dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
“Jadi ini baru dari masing-masing pihak. Kita sudah bertemu beberapa kali dan ini hanya mendengarkan aspirasinya. Kita akan tampung sebagai masukan-masukan dari masing-masing stakeholder. Nantinya kami juga akan duduk bersama dengan pihak terkait lainnya. Saat ini kita sedang mengadakan pertemuan dengan serikat buruh atau pekerja untuk mendengarkan usulan mereka,” ujar Putih dalam RDPU dengan KSPI dan SAKTI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Srikandi Fraksi Partai Gerindra itu menilai keterlibatan berbagai pihak penting agar RUU Ketenagakerjaan dapat merespons dinamika dan tantangan dunia kerja. Menurutnya, regulasi tersebut harus mampu memberikan perlindungan bagi pekerja sekaligus menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha dan industri.
“Kita ingin UU Ketenagakerjaan ini menjadi produk hukum yang benar-benar bisa menjadi payung penegakan aturan ketenagakerjaan. Nantinya harapan kita agar UU ini bisa mengakomodir kepentingan seluruh pihak,” pungkasnya.
Saat ini, DPR RI bersama pemerintah tengah membahas RUU Ketenagakerjaan sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK). RUU tersebut disiapkan sebagai undang-undang baru yang berdiri sendiri dan terpisah dari Undang-Undang Cipta Kerja.
Pembahasan mencakup sejumlah isu strategis dalam ketenagakerjaan, antara lain Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), alih daya atau outsourcing, pengupahan, pesangon, jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga perlindungan bagi pekerja platform digital.
Melalui pembahasan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, DPR berharap RUU Ketenagakerjaan dapat melahirkan regulasi yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja, sekaligus memberikan perlindungan dan kepastian bagi pekerja maupun dunia usaha.
You may like
Menhan Hadiri Upacara Pemakaman Militer Laksamana TNI (Purn.) Widodo Adi Sutjipto
Retret Katolik Kemhan 2026 Perkuat Iman, Persaudaraan, dan Semangat Pengabdian kepada NKRI
Endro Hermono Dorong Pembenahan Data Sosial Ekonomi agar Bantuan Pemerintah Tepat Sasaran
Habiburokhman: Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Reformasi Hukum dan Kebebasan Berekspresi Menguat
Andre Rosiade: Program MBG Masih Dibutuhkan, Pengawasan dan Keamanan Pangan Harus Diperketat
Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 817/Aoba di Merauke, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat
Menhan RI Kunjungi Yonif TP 818/Yuboi di Merauke
Ketua Pemuda Ekonomi Syariah Sambut Positif Konser Andrea Bocelli, Dorong Diplomasi Budaya Global
Wamenhan Tinjau Area Gudang Utara Kodam III/Siliwangi
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....
Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...
Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...
Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...
Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU
Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...
Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...
Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...
Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah
PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...
Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...
Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...

