Politik
Abdul Wachid Dorong Pelunasan Biaya Haji 2027 Diperpanjang hingga Lima Bulan
Published
5 jam agoon
Komisi VIII DPR RI mengupayakan agar masa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji bagi calon jemaah haji 2027 diperpanjang hingga sekitar lima bulan. Kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan waktu lebih longgar bagi calon jemaah untuk mempersiapkan biaya pelunasan.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan kelonggaran masa pelunasan diharapkan dapat mengurangi beban calon jemaah sekaligus memberikan kepastian dalam mempersiapkan keberangkatan.
“Kami akan berusaha memberikan kesempatan kepada calon jemaah haji agar ada ruang untuk pelunasan yang lebih longgar. Paling tidak ada waktu lima bulan,” kata Wachid dalam rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Wachid menjelaskan, pada penyelenggaraan haji tahun ini, pelunasan tahap pertama diberikan selama satu bulan, dilanjutkan tahap kedua selama satu pekan dan tahap ketiga selama tiga hari. Menurutnya, skema tersebut perlu dievaluasi agar calon jemaah haji 2027 memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan biaya pelunasan.
Namun, perpanjangan masa pelunasan hingga sekitar lima bulan membutuhkan persiapan penyelenggaraan haji yang dimulai lebih awal. Karena itu, pembahasan dan pengambilan keputusan terkait penyelenggaraan haji 2027 juga perlu dipercepat.
Salah satu langkah yang akan dilakukan Komisi VIII adalah membentuk Panitia Kerja (Panja) Haji setelah evaluasi laporan pertanggungjawaban keuangan penyelenggaraan ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 selesai.
“Selanjutnya, nanti kita lanjutkan untuk pembentukan Panja Haji,” ujar Wachid.
Panja Haji nantinya akan membahas berbagai aspek penyelenggaraan haji 2027, termasuk biaya, tahapan pelunasan, pelayanan jemaah, dan kebutuhan teknis lainnya.
Sebelumnya, Komisi VIII menskors rapat evaluasi laporan pertanggungjawaban keuangan penyelenggaraan ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 karena dokumen laporan baru diterima anggota Komisi VIII saat rapat berlangsung. Rapat dijadwalkan dilanjutkan pada Rabu (19/8/2026) pukul 10.00 WIB.
Legislator Gerindra itu mengatakan waktu tambahan diperlukan agar anggota Komisi VIII dapat mempelajari laporan tersebut secara menyeluruh. Evaluasi ini menjadi bahan penting untuk memperbaiki penyelenggaraan haji sekaligus menyusun kebijakan haji 2027.
“Ini untuk perbaikan haji berikutnya dan untuk menyelamatkan Kementerian Haji dan Umrah,” kata Abdul Wachid.
Komisi VIII berharap percepatan evaluasi dan pembentukan Panja Haji dapat memberikan ruang yang lebih panjang dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027, termasuk merumuskan skema pelunasan biaya yang lebih memberikan kelonggaran bagi calon jemaah.
You may like
Dua Tahun Bergerak untuk Literasi, Maria Teresa Bagikan 2.500 Buku ke Sekolah Tangsel
DPC Gerindra Pekanbaru Semarakkan Kemerdekaan, Ribuan Bendera dan Makanan Dibagikan ke Warga
Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2, Danang Wicaksana Minta Menhub RI Benahi Keselamatan Pelayaran
Abdul Wachid Dorong Pelunasan Biaya Haji 2027 Diperpanjang hingga Lima Bulan
Esthon Foenay Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Gempa Flores
DPC Gerindra Manggarai Timur Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Pota
Gerindra Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai
Pasca Gempa NTT, Gerindra Perkuat Layanan Kesehatan dengan Bantuan Obat-obatan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

