Politik
Bob Hasan: Reforma Agraria Harus Bermuara pada Kemakmuran Rakyat
Published
1 bulan agoon
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menegaskan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria harus berorientasi pada kemakmuran rakyat. Menurutnya, reforma agraria tidak cukup hanya mengatur penguasaan tanah oleh negara, tetapi juga harus memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bob Hasan dalam Rapat Kerja Baleg DPR RI bersama Pimpinan Komisi II DPR RI, Pimpinan Komisi IV DPR RI, Menteri Kehutanan, serta Menteri ATR/Kepala BPN dalam rangka penyusunan RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Bob menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi masyarakat yang memiliki bukti penguasaan fisik atas tanah maupun mereka yang memperoleh tanah melalui pembelian. Menurutnya, kepastian hukum diperlukan agar masyarakat tidak dirugikan apabila status atau peruntukan lahan berubah di kemudian hari.
“Asas hukum kita dalam pertanahan mengenal asas prior tempore potior jure. Siapa yang dahulu menguasai fisik itu, siapa yang dahulu datang, dialah yang berhak. Tetapi dalam konteks isinya itu harus ada dua asas yang dilakukan. Yang pertama adalah asas pengurusan tanah atas pembuktian penguasaan fisik. Yang kedua adalah pembeli sebagai yang beritikad baik yang juga diperkuat oleh Surat Edaran Mahkamah Agung,” ujar Bob.
Ia menilai persoalan menjadi serius ketika masyarakat telah memiliki sertifikat hak milik, tetapi tanah yang dikuasainya kemudian masuk atau ditetapkan sebagai kawasan hutan. Kondisi tersebut, menurut Bob, harus menjadi perhatian dalam penyusunan regulasi agar hak masyarakat yang beritikad baik tetap memperoleh perlindungan hukum.
“Kalau ada kenyataan sertifikat kemudian dikuasai lagi menjadi kawasan hutan, saya pikir ini sudah melanggar,” tegas Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Lebih lanjut, Bob mengingatkan bahwa prinsip penguasaan negara atas sumber daya agraria sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 pada akhirnya harus bermuara pada kemakmuran rakyat. Karena itu, kebijakan penguasaan dan pemanfaatan tanah harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Ia mencontohkan potensi konflik ketika investor mengajukan kebutuhan lahan dalam skala besar kepada pemerintah daerah. Menurut Bob, pemberian akses terhadap lahan tidak semestinya hanya mempertimbangkan kebutuhan investasi, tetapi juga harus memastikan masyarakat sekitar memperoleh manfaat dan peningkatan kesejahteraan.
“Yang paling utama adalah syarat utamanya, bisa tidak memakmurkan rakyat sekitar? Itu intinya di situ. Dan kalau itu berjalan, maka tidak akan terjadi konflik agraria,” katanya.
Bob menegaskan kesejahteraan masyarakat harus menjadi salah satu pijakan utama dalam penyusunan RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria. Dengan menempatkan kemakmuran rakyat sebagai orientasi, regulasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepastian hukum sekaligus mencegah konflik agraria di berbagai daerah.
“Kalaupun ada konflik, sifatnya sedikit demi sedikit. Saya pikir ini kesejahteraan yang menjadi satu kunci utama, tentunya yang akan menjadi inspirasi terpenting dalam pembentukan RUU Pengaturan Reforma Agraria,” pungkasnya.
Menhan Sjafrie Kunjungi Yonif TP 876/Palatana di Sumba Timur, Tegaskan Peran Prajurit
Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 930/Toda Tebi: “Kalian Adalah Prajurit Bhinneka Tunggal Ika, Pengawal Kedaulatan di Tanah Sumba”
Kota Tua Punya Potensi Sejarah Besar, Rahayu Saraswati Minta Perawatan Museum Diperkuat
Cegah Bansos Salah Sasaran, M. Husni Dorong Penguatan Satu Data Indonesia
Rahayu Saraswati Apresiasi M Bloc Space, Aset Negara Jadi Ruang Kreatif dan Penggerak UMKM
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita Jadi KSAD di Istana Negara
Presiden Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan
Silaturahmi dengan Para Kiai PP Dalwa Pasuruan, Wapres Mohon Doa untuk Kebaikan Bangsa
Wamenhan Tinjau Area Gudang Utara Kodam III/Siliwangi
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....
Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...
Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...
Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...
Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU
Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...
Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...
Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...
Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah
PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...
Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...
Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...

