Connect with us

Pemerintahan

“Hanya di Indonesia, Ada Presiden Lewat Dicegat di Tengah Jalan”

Published

on

Presiden Jokowi melayani warga yang ingin berselfie dengan dirinya saat perjalanan dari Bandara Sam Ratulangi menuju Hotel Sultan Jaya, Manado, Minggu (31/3) petang. (Foto: Twitter @jokowi)

Presiden Jokowi melayani warga yang ingin berselfie dengan dirinya saat perjalanan dari Bandara Sam Ratulangi menuju Hotel Sultan Raja, Manado, Minggu (31/3) petang. (Foto: Twitter @jokowi)

Ada catatan tersendiri saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara, Minggu (31/3) petang.

Semula, Presiden Jokowi dijadwalkan akan menghadiri silaturahmi dengan peserta  Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Tahun 2019, di  Manado, Sulawesi Utara, Minggu (31/3) pukul 18.00 WITA. Presiden dan rombongan sudah tiba di Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado, sekitar pukul 17.45 WITA, masih ada waktu tersisa 15 menit yang dianggap cukup untuk sampai ke Hotel Sultan Raja, tempat berlansung acara silaturahmi.

Namun jangankan 15 menit sampai, Presiden Jokowi memerlukan waktu hampir 90 menit atau satu setengah jam untuk sampai di Hotel Sultan Raja itu. Apa yang terjadi? Banyak massa sepanjang jalan yang dilalui Presiden dari Bandara Sam Ratulangi menuju Hotel Sultan Raja mencegat dan memintanya berfoto.

“Saya kira hanya di Indonesia ini ada Presiden lewat dicegat di tengah jalan. Kalau dipinggir jalan enggak apa-apa, “Pak, pak,” enggak apa-apa, di tengah jalan dicegat. Tadi saya hitung lebih dari sembilan kali tadi. Dan meminta saya untuk keluar, kalau enggak keluar, mereka enggak memberi jalan,” kata Presiden Jokowi saat mengawali sambutannya pada silaturahmi itu.

Advertisement

Kepala Negara menyampaikan pernyataan bernada pertanyaan kepada peserta silaturahmi itu. “Coba, coba tunjukkan di negara mana Presiden dicegat seperti itu? Harusnya lima belas menit jadi satu setengah jam,” ucapnya.

Sudah dicegat, enggak bisa lewat, Presiden Jokowi mengaku keluar untuk menyalami warga. Namun yang terjadi, ketika pintu mobil dibuka mereka malah meminta berswa foto, meski dalam poisisi di tengah jalan.

“Inilah kenapa tadi kita terlambat, sebabnya ya itu. Harusnya lima belas menit menjadi satu setengah jam,” ucap Presiden Jokowi menjelaskan keterlambatannya tiba di acara silaturahmi itu. (RAH/ES)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...