Connect with us

Politik

HUT SOKSI ke-61, Ini Harapan Legislator Firman Soebagyo

Published

on

Kabarpolitik.com – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI), Firman Soebagyo menjawab pertanyaan awak media terkait kenapa dirinya tidak hadir dalam HUT SOKSI ke 61, Jumat,(21/5/2021).

“Kenapa saya tidak hadir dalam tasyakuran yang diselenggarakan Depinas SOKSI di hotel Century Park, Senayan, karena di waktu yang sama saya ada jadwal kontrol vaksin Nusantara yang sudah dijadwalkan cukup lama di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto,” katanya dalam siaran pers, dikutip Senin (24/05/2021).

Sebagai penyintas Covid 19, Firman memang tak pernah terlihat menghadiri pertemuan-pertemuan yang melibatkan kerumunan massa.

Jawaban diplomatis itu menunjukkan kepiawaiannya yang mumpuni di dunia politik sekaligus memperkuat dugaan jika hingga saat ini SOKSI masih dihadapkan pada perpecahan kepemimpinan, yakni antara kubu pimpinan Ahmadi Noor Supit dan Ali Wongso Sinaga yang belum terselesaikan sejak Munas Partai Golkar di Bali 2016 lalu.

Sangat wajar jika persoalan ini membuat senior Partai Golkar sekaligus senior SOKSI, Firman Soebagyo terkesan sangat hati-hati menjawab setiap pertanyaan awak media di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan.

Advertisement

Ketika ditanya apa makna pidato Ketua Umum SOKSI kubu Ahmadi Noor Supit yang menyebut SOKSI sebagai ormas Independen, Firman tampak gusar.

Namun, sebagai politisi senior dengan tegas ia menerangkan bahwa SOKSI, terlepas dari kubu manapun, tidak boleh melupakan akar sejarahnya.

SOKSI sebagai ormas yang didirikan oleh Prof. Doktor Jendral Suhardiman bersama Oetoyo Oesman serta Prof. Thomas Suyatno, sampai saat ini tetap konsisten bahwa SOKSI adalah organisasi yang kiprah politik serta afiliasi politiknya kepada Partai Golkar.

“Jadi tegas saya katakan tidak ada dalam sejarah manapun SOKSI independen. Kalau ada yang mengatakan itu mungkin keseleo berbicara. Saya sebagai salah satu kader senior SOKSI wajib meluruskan dan mengoreksinya,”cetusnya.

Firman menambahkan, SOKSI sebagai orang tua tidak boleh melupakan Partai Golkar sebagai anak biologisnya. Golkar adalah organisasi politik yang dilahirkan SOKSI. Terkait isu yang menyebutkan kader SOKSI akan mencalonkan Presiden 2024.

Advertisement

“Sampai detik ini kami sebagai kader Partai Golkar dan SOKSI tetap konsisten mendukung keputusan MUNAS Partai Golkar bahwa Calon Presiden dari Partai Golkar adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Ini adalah keputusan tertinggi yang telah diputuskan dalam Munas partai Golkar dan telah sesuai dengan mekanisme dalam pengambilan keputusan di partai. Belum ada keputusan lain, artinya tidak ada siapapun yg boleh berandai-andai mencalonkan Presiden dari Partai Golkar,” tuturnya.

“Oleh karena itu, saya sebagai senior Partai Golkar dan SOKSI menghimbau agar SOKSI cepat bersatu menuju satu tujuan, mengawal NKRI, PANCASILA, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana doktrin yg diamanatkan pendiri SOKSI, Prof Suhardiman. SOKSI bukan organisasi independen. SOKSI adalah pengawal dan pendukung setia Partai Golkar yang saat ini di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Ini final dan tidak bisa ditawar-tawar lagi,” lanjutnya.

Firman juga menjelaskan sejak ia menjadi Sekjen SOKSI, ia selalu mengingatkan peran aktif SOKSI sejak zaman Suhardiman sangat diperhitungkan dalam perpolitikan nasional.

Perjuangan ini harus dilanjutkan oleh para generasi penerus, bukan dengan melawan arus doktrin SOKSI yang telah terbentuk sejak didirikan.

Terlebih sekarang generasi penerus, Bobby Suhardiman bersama Oetoyo Oeman serta Prof Thomas masih tetap aktif sebagai panutan bersama.

Advertisement

Firman sangat menyayangkan jika ada pihak yang mengatakan SOKSI independen dengan maksud melepaskan keterikatan politiknya dengan Partai Golkar.

“Itu artinya yang bersangkutan tidak paham sejarah dan saya meyakini Ketum Ahmadi Noor Supit sangat paham tentang itu,” lanjutnya.

Firman mengajak seluruh kader SOKSI tegak lurus menghormati konstitusi Partai Golkar. Ia menghimbau semua elemen dan kader SOKSI dari kubu manapun untuk tetap konsisten berafiliasi politik ke Partai Golkar.

“Kalau ditanya apa harapan untuk SOKSI di usia yang ke 61 ini, tentunya saya berharap SOKSI mampu menyatukan dirinya dari konflik yg berkepanjangan di internal organisasi dan mampu menyelesaikan perpecahan dengan baik serta mampu mengonsolidasikan organisasi sampai tingkat daerah untuk mengawal dan memenangkan Partai Golkar dalam Pemilu 2024. SOKSI juga harus mengawal capres tunggal yang diusung Partai Golkar, yakni Ketua Umum Airlangga Hartarto. Kita harus bergandengan tangan dan saling bahu membahu. Hindari perbedaan dan perpecahan yang tidak perlu terjadi. Satukan barisan untuk mencapai satu tujuan menuju kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024,” tandasnya.

.

Advertisement

rn(GI/KP/fid)rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...