Politik
Insiden Bekasi Timur, Kawendra Soroti Lemahnya Sistem Keselamatan Transportasi
Published
4 bulan agoon
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur harus menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional. Tragedi yang menelan korban jiwa itu dinilai tidak boleh berhenti sebagai insiden semata, melainkan harus menjadi momentum pembenahan total tata kelola keselamatan transportasi publik.
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan layanan transportasi. Menurutnya, kecelakaan di Bekasi Timur menunjukkan masih adanya persoalan serius dalam sistem transportasi nasional, baik dari sisi pengawasan, integrasi moda, maupun mitigasi risiko di lapangan.
“Tragedi ini harus menjadi alarm keras. Jangan berhenti pada belasungkawa, tetapi harus menjadi momentum evaluasi total terhadap sistem keselamatan transportasi kita,” ujar Kawendra dalam Diskusi Forum Dialektika bertema Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Momentum Evaluasi Kebijakan Transportasi Nasional di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ia menilai, persoalan keselamatan transportasi tidak bisa dilihat secara parsial. Pemerintah harus memastikan sistem transportasi nasional dibangun secara terintegrasi, mulai dari penguatan infrastruktur, disiplin operasional, hingga pengawasan lintas moda.
Menurut Kawendra, kecelakaan di simpul transportasi seperti Bekasi Timur juga menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh, karena risiko keselamatan tidak hanya terletak pada moda utama seperti kereta api, tetapi juga pada tata kelola kawasan transportasi secara keseluruhan.
Legislator Fraksi Partai Gerindra ini juga menekankan bahwa evaluasi pascakecelakaan harus berorientasi pada perbaikan sistem, bukan sekadar penanganan jangka pendek. Dalam konteks tersebut, keselamatan harus menjadi fondasi utama kebijakan transportasi nasional, bukan sekedar pelengkap dari agenda mobilitas.
Kawendra mengingatkan bahwa transportasi publik merupakan layanan dasar yang menyangkut keselamatan warga negara. Karena itu, negara tidak boleh bersikap reaktif setiap kali terjadi tragedi.
“Keselamatan publik harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Ini bukan sekadar soal mobilitas, tetapi soal perlindungan negara terhadap warganya,” tegasnya.
Ia berharap tragedi Bekasi Timur menjadi titik balik bagi pemerintah untuk mempercepat evaluasi dan pembenahan kebijakan transportasi nasional secara lebih serius, terukur, dan berorientasi pada keselamatan publik.
You may like
Andre Rosiade Serahkan Ambulans untuk Nelayan Riak Laut, Dorong Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pesisir
Akses Air Bersih Diperluas, Mulan Jameela Realisasikan Sumur Bor untuk Warga Garut dan Tasik
Menhan Sjafrie Hadiri Rapat Paripurna DPR RI, Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Disetujui
Hari Keempat Pembinaan KKRI, Kadet Perkuat Nilai Sejarah, Ideologi, dan Kecakapan Digital
Kemhan dan TNI Perkuat Respons Bencana, dari Erupsi, Gempa NTT Hingga Karhutla
Sumur Mulai Mengering, Rocky Candra Bergerak Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Tangkit
23 Rumah Terbakar, Gerindra Makassar Bergerak Bantu Warga Asrama Kodam Mattoanging
Peduli Korban Kebakaran, DPC Gerindra Badung Turun Langsung Salurkan Bantuan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

