Connect with us

Politik

Menko Airlangga: Pentingnya Terapkan GCG untuk Keberlanjutan Bisnis dan Upaya Menarik Investasi

Published

on

Kabarpolitik.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia.

Benang merah dari sejumlah faktor ini adalah tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) yang tidak berjalan dengan baik.

“Kelemahan tata kelola perusahaan merupakan salah satu penyebab krisis ekonomi tahun 1998 dan kelemahan tersebut antara lain kualitas investasi yang buruk serta diversifikasi usaha yang sangat luas,” ucap Airlangga dikutip Jumat (28/05/2021).

Ia mengatakan kondisi pandemi ini menjadi pembelajaran pentingnya keberlangsungan bisnis, pentingnya perusahaan memperhatikan semua stakeholder serta pihak yang terlibat dalam rantai pasok dan juga para konsumen.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kecepatan perusahaan dalam merespons hal-hal yang sebelumnya tidak terduga terjadi.

Advertisement

“Kita sadar kebutuhan akan good corporate governance sebagai fondasi utama dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi tata kelola di Indonesia,” ucap Airlangga.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pada tahun 1999 Pemerintah membentuk Komite Nasional Kebijakan Good Corporate Governance.

Lembaga tersebut bertugas untuk membangun kesadaran pentingnya tata kelola perusahaan serta menyusun beberapa pedoman tata kelola.

Otoritas Jasa Keuangan juga telah membuat peta arah tata kelola perusahaan Indonesia di awal tahun 2014.

Pedoman ini terutama ditujukan untuk emiten dan perusahaan publik dan upaya reformasi tata kelola ini selanjutnya mendorong timbulnya insentif lain dari berbagai lembaga.

Advertisement

Kesadaran reformasi tata kelola juga menjadi kolektif secara regional sehingga ASEAN melalui ASEAN Capital Market Forum memperkenalkan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) di tahun 2011.

Airlangga mengatakan pada tahun 2019, 10 perusahaan di Indonesia tercatat masuk dalam kategori ASEAN Asset Class berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi prestasi bagi Indonesia.

“Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam ACGS setiap tahun juga mengalami peningkatan artinya sudah banyak perusahaan dapat yang memiliki tata kelola yang baik,” kata Airlangga.

Mengenai kaitan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) dengan GCG, Airlangga mengatakan seluruh pihak perlu mengubah prioritas dan mulai mengidentifikasikan risiko di depan mata yang menjadi bagian dari SDG.

Beberapa di antaranya yaitu seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, bencana alam dan bencana lingkungan akibat ulah manusia.

Advertisement

“Berbagai langkah pertama dapat dilakukan dengan model ekonomi yang berkelanjutan untuk itu praktek environment social governance (ESG) dan sering disebut sebagai lingkungan sosial dan tata kelola perlu dilakukan pada seluruh aktivitas bisnis,” katanya.

Menurut Airlangga, perusahaan perlu menyadari bahwa resiko dan mengumpulkan data ini penting untuk membangun perusahaan yang memiliki resilient di masa mendatang.

Secara geografis Indonesia juga rentan terhadap perubahan iklim dan bencana, sehingga akan banyak kerugian yang ditanggung jika prinsip lingkungan sosial dan tata kelola ini tidak dijalankan.

Selain itu, penerapan ESG juga terbukti berdampak positif bagi kinerja perusahaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan SDGs perlu usaha kolektif dari Pemerintah perusahaan media lembaga pendidikan.

“Tata kelola yang efektif hanya dapat terwujud bila kesadaran bersama bisa terbentuk dengan prinsip tata kelola yang baik mulai dari akar rumput sampai dengan jenjang para pengambil keputusan strategi,” kata Airlangga.

Advertisement

 

.

rn(GI/KP/fid)rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...