Connect with us

Politik

Arsul Sani: KUHP Baru Dibuat Selaras dengan Budaya Indonesia

Published

on

rnJakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani menilai pembuatan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tidaklah mudah. KUHP baru itu menurutnya tidak lepas dari konteks Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, budaya, dan suku yang berbeda dari Sabang sampai Merauke.rn“KUHP yang kita buat adalah KUHP Indonesia sehingga tidak lepas dari konteks Indonesia. Tentu membuat sebuah KUHP dalam negara multi agama dan wilayahnya begitu luas bukan pekerjaan gampang,” ujar Arsul Sani saat menjadi pemateri seminar bertajuk “Merespon Kritik Pengesahan KUHP” yang digelar Fraksi PPP DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2022).rnArsul mengatakan, KUHP baru bukan berlaku untuk seluruh dunia atau barat, melainkan khusus untuk Indonesia. Kontrak sosial bernegara masyarakat Indonesia dengan kontrak sosial bernegara orang Jerman, Prancis dan negara lain berbeda.rn“Dari sana memang memiliki cara berpikir yang diajari seperti hukum barat, yang mana memiliki paradigma utama negara tidak boleh masuk ke ruang privat warga negara atau akan melanggar hak asasi manusia,” jelas Wakil Ketua MPR RI ini.rnDikatakannya, paling gampang tentu melihat UUD 45 yang konteksnya persis seperti apa harus dipahami. Arsul pun menyarankan untuk membaca lagi risalah-risalah atau rapat-rapat seperti dalam Sidang BPUPKI. Negara-negara seperti Prancis atau Jerman, kata dia, tidak ada konstitusi negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.rnUndang-Undang (UU), lanjut Arsul, memang produk hukum. Namun, prosesnya boleh dibilang politik karena DPR sendiri memang lembaga politik. Meski begitu, dia menekankan, ketika tidak bisa memperjuangkan semua, jangan pula lari dari semua.rn“Jauh memang atau tidak sempurna, kalau ukurannya syariat Islam, Tapi kan kita sepakati negara ini bukan negara Islam dan bukan negara sekuler. Maka itu, kita ambil jalan tengah,” terang Arsul.rnWakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharief Hiariej mengaku dalam perumusan KUHP baru telah melibatkan publik, yaitu dengan menggelar dialog dengan berbagai kelompok masyarakat, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Dialog itu digunakannya untuk menangkap aspirasi untuk perumusan KUHP baru.rn“Banyak yang mengatakan KUHP ini tidak melibatkan publik. Tanggapan saya itu hoaks. Ini jangan hanya dilihat proses di DPR, tapi juga perlu dilihat proses lain seperti dengan melibatkan koalisi masyarakat sipil, tokoh masyarakat dan lainnya, untuk menangkap berbagai aspirasi,” terangnya.rnEdward kemudian menyampaikan pesan Presiden Jokowi agar terus melakukan dialog untuk mensosialisasikan KUHP baru kepada masyarakat secara luas. Sehingga dia mengapresiasi penyelenggaraan seminar Fraksi PPP DPR RI bertajuk “Merespon kritik pengesahan KUHP” ini.rn“Pemeirntah dan DPR sepakat untuk terus melakukan dialog publik untuk memberikan penjelasan terkait KUHP nasional. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dengan forum ini karena dengan forum ini kita melakukan dialog dan sosialisasi KUHP,” urainya saat menjadi keynote speaker.rnHadir juga Guru Besar Hukum UGM Marcus Priyo dan Guru Besar Hukum Pidana Islam UIN Syarif Hidayatullah Amin Suma sebagai pemateri seminar Fraksi PPP DPR RI. Seminar ini dibuka oleh Ketua Fraksi PPP DPR RI H. Amir Uskara.rn
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR Kawal Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan Selatan DPR Kawal Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan Selatan
Politik4 jam ago

DPR RI Kawal Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan Selatan

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan...

Digugat ke MK, Pasal 27 dan 164 KUHAP 2025 Beri Kepastian Hukum JPU Wajib Lanjutkan Perkara Digugat ke MK, Pasal 27 dan 164 KUHAP 2025 Beri Kepastian Hukum JPU Wajib Lanjutkan Perkara
Politik4 jam ago

Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Pasal 27 dan 164 KUHAP 2025 Beri Kepastian Hukum JPU Wajib Lanjutkan Perkara

DPR RI berpandangan Pasal 27 dan Pasal 164 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara...

Dengar Masukan Pakar, Komisi III Dalami Aspek Pengawasan dalam RUU Perampasan Aset Dengar Masukan Pakar, Komisi III Dalami Aspek Pengawasan dalam RUU Perampasan Aset
Politik4 jam ago

Dengar Masukan Pakar, Komisi III DPR RI Dalami Aspek Pengawasan dalam RUU Perampasan Aset

Komisi III DPR RI terus mendalami berbagai masukan masyarakat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana...

Tantangan Besar Perlindungan Hak Cipta terkait dengan AI dan Seni Tari Tantangan Besar Perlindungan Hak Cipta terkait dengan AI dan Seni Tari
Politik4 jam ago

Melly Goeslaw Dorong Pelindungan Hak Cipta di Tengah Perkembangan AI

Perkembangan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) menghadirkan tantangan baru dalam pelindungan hak cipta, mulai dari potensi penggunaan karya tanpa...

RUU Hak Cipta Harus Jamin Keadilan Ekonomi di Tengah Pesatnya Teknologi Digital dan AI RUU Hak Cipta Harus Jamin Keadilan Ekonomi di Tengah Pesatnya Teknologi Digital dan AI
Politik4 jam ago

Ahmad Doli Kurnia Tandjung: RUU Hak Cipta Harus Jamin Keadilan Ekonomi di Tengah Pesatnya Teknologi Digital dan AI

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyoroti urgensi pembaruan pelindungan karya intelektual yang kian rentan...

MKD DPR Terima Aduan Masyarakat 24 Jam, Verifikasi Laporan Tetap Diperketat MKD DPR Terima Aduan Masyarakat 24 Jam, Verifikasi Laporan Tetap Diperketat
Politik4 jam ago

MKD DPR RI Terima Aduan Masyarakat 24 Jam, Verifikasi Laporan Tetap Diperketat

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI membuka ruang pengaduan masyarakat selama 24 jam terkait dugaan pelanggaran etik anggota DPR RI....

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik2 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik2 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik2 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik2 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...