Politik
Putih Sari Soroti Kesenjangan Anggaran Imunisasi Nasional, Minta Kemenkes Siapkan Strategi Pendanaan
Published
4 minggu agoon
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyoroti kesenjangan anggaran dalam roadmap penguatan Program Imunisasi Nasional 2025–2029. Dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp44,49 triliun, dana yang tersedia baru mencapai Rp39,58 triliun sehingga masih terdapat kekurangan sekitar Rp4,91 triliun atau 11 persen.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI, Selasa (23/6/2026), yang membahas roadmap pembiayaan program imunisasi nasional.
“Masih terdapat gap sebesar Rp4,91 triliun. Karena itu perlu dijelaskan secara rinci untuk setiap komponen pembiayaan, termasuk potensi sumber pendanaannya, agar keberlanjutan program imunisasi dapat terjamin,” ujar Putih Sari.
Srikandi Partai Gerindra itu menegaskan pentingnya kepastian sumber pembiayaan agar target penguatan program imunisasi nasional dapat tercapai sesuai rencana.
Selain menyoroti aspek pendanaan, Putih Sari juga mengapresiasi capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang telah melampaui 90 persen pada 2025. Ia meminta kejelasan terkait rencana perluasan imunisasi HPV kepada anak laki-laki yang sebelumnya dijadwalkan mulai 2027, termasuk kemungkinan percepatan pelaksanaannya pada 2026.
Tak hanya itu, ia juga meminta penjelasan mengenai koordinasi pelaksanaan vaksinasi polio bagi jemaah haji setelah pengelolaan kesehatan haji beralih dari Kementerian Kesehatan ke Kementerian Haji dan Umrah.
Dalam rapat tersebut, Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa sekitar 83 persen anggaran program imunisasi dialokasikan untuk pengadaan vaksin dan logistik. Sementara sisanya digunakan untuk pelayanan imunisasi, surveilans, pelatihan tenaga kesehatan, penguatan rantai dingin, serta pelaksanaan imunisasi tambahan.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IX DPR RI dan Kementerian Kesehatan sepakat agar pemerintah menyampaikan roadmap pembiayaan Program Imunisasi Nasional 2025–2029 secara tertulis. Dokumen tersebut harus memuat kebutuhan anggaran, sumber pendanaan, strategi pemenuhan kesenjangan anggaran, serta langkah-langkah untuk menjamin keberlanjutan program, paling lambat pada 30 Juni 2026.
Putih Sari berharap perencanaan pembiayaan yang matang dapat memastikan seluruh program imunisasi nasional berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

