Connect with us

Politik

Evaluasi Haji 2026, Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Libatkan MUI dan Ormas Islam Bahas Perspektif Fikih

Published

on

Komisi VIII DPR RI menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 agar seluruh kebijakan dan tata kelola haji tetap berorientasi pada pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Evaluasi tersebut dinilai semakin penting seiring diterapkannya sejumlah kebijakan baru oleh Pemerintah Arab Saudi, seperti safari wukuf, pelaksanaan dam, murur saat mabit di Muzdalifah, hingga tanazul ketika mabit di Mina. Karena itu, Komisi VIII DPR RI memandang perlu adanya kajian dari perspektif fikih sebagai dasar penyempurnaan penyelenggaraan ibadah haji pada musim-musim berikutnya.

Untuk menghimpun pandangan para ulama, Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan forum tersebut bertujuan memperoleh masukan dari para ulama terkait berbagai kebijakan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji agar seluruh layanan kepada jemaah tetap berjalan sesuai dengan tuntunan syariat.

“Komisi VIII DPR RI meminta masukan kepada pimpinan ormas Islam yang hadir pada rapat hari ini mengenai pandangan dalam perspektif fikih terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan ritual ibadah haji,” ujar Wachid.

Advertisement

Menurutnya, pembahasan mencakup berbagai kebijakan yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia, mulai dari pelaksanaan dam, murur, hingga tanazul. Evaluasi terhadap kebijakan tersebut diperlukan agar penyelenggaraan ibadah haji tetap mampu memberikan pelayanan terbaik tanpa mengabaikan ketentuan syariat Islam.

Sementara itu, perwakilan MUI, Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan bahwa orientasi utama penyelenggaraan ibadah haji adalah memastikan setiap jemaah dapat melaksanakan manasik sesuai syariat. Aspek akomodasi, transportasi, dan keamanan, menurutnya, merupakan instrumen pendukung untuk mencapai tujuan tersebut.

“Inti dari penyelenggaraan ibadah haji dan juga kehadiran negara adalah untuk memastikan aspek manasik ibadahnya berjalan sesuai syariat,” jelas Asrorun.

Berdasarkan pengalamannya sebagai musyrif pada musim haji 2026, Asrorun menilai perubahan tata kelola safari wukuf menjadi salah satu kebijakan yang perlu dievaluasi. Ia menyebut perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi menimbulkan tantangan, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun kepastian hukum syariat.

“Pemerintah Saudi tidak lagi memberikan fasilitasi sebagaimana tahun sebelumnya. Hal ini menimbulkan kegagapan, baik pada aspek teknis maupun pada aspek pemastian syariahnya,” paparnya.

Advertisement

Ia juga menyoroti pentingnya ketepatan dalam menentukan jemaah yang dapat dibadalkan sesuai fatwa MUI. Karena itu, identifikasi kondisi kesehatan jemaah sejak awal dinilai menjadi langkah penting agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan ketentuan fikih.

Lebih lanjut, Asrorun mengingatkan agar penyelenggara memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang memiliki uzur syar’i sejak awal proses penyelenggaraan haji. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pelayanan yang bertujuan memastikan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah secara sah dan sesuai tuntunan syariat.

“Jemaah yang memiliki uzur syar’i perlu diidentifikasi secara serius sejak awal. Inilah tugas pelayanan kita,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...