Connect with us

Politik

Hatari Pertanyakan Rendahnya Serapan Anggaran Bappenas

Published

on

JAKARTA (11 September): Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hatari, mempertanyakan rendahnya serapan anggaran di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2023. Terlebih, tahun anggaran 2023 sudah hampir selesai pada Desember mendatang.

“Serapan anggaran 2023, posisi 6 September, baru 52%. Kalau mau dihitung rata-rata, tinggal tiga bulan (masa tahun anggaran). Seharusnya sudah lebih,” ujar Hatari dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/9).

Hatari mengingatkan, tahun anggaran 2023 tinggal tiga bulan lagi. Terlebih, di sisa bulan yang ada akan cukup banyak hari libur nasional.

“Sedangkan target serapan anggaran 2023 itu 97,5%, kalau sampai Desember. Sedangkan Desember juga ada berapa tanggal merah, Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya.

Legislator NasDem dari Dapil Maluku Utara itu membandingkan serapan anggaran Kementerian PPN/Bappenas di tahun 2022 lalu yang pada bulan September sudah mencapai 68,9 %.

“Saya tidak menyinggung soal kebijakan, itu Bappenas punya wilayah. Saya mau tahu serapan dan pengelolaannya. Kalau Bappenas mengatakan sanggup 97,5 %, pada posisi Desember. Harus pakta integritas. Saya akan kejar nanti. Ini soal sangat prinsip,” tegas Hatari.

Lebih lanjut dalam rapat tersebut, Hatari menyinggung soal rencana program prioritas Kementerian PPN/Bappenas pada 2024. Salah satunya rekomendasi kebijakan dan arah pengembangan Jakarta pascapemindahan ibu kota negara (IKN) dengan visi kota global.

Hatari meminta Bappenas menjelaskan kepada DPR dan masyarakat terkait rencana itu ecara detail. Termasuk menjelaskan apa itu kota global dan bagaimana langkah untuk mencapainya.

Advertisement

Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menjelaskan bahwa ada beberapa program yang sudah terlaksana namun pembayarannya belum dilakukan. Hal itu menjadi salah satu sebab rendahnya serapan anggaran hingga September 3023.

“Tapi memang ada anggaran-anggaran yang sudah, kegiatannya sudah diselesaikan tetapi pembayarannya belum. Misalnya ASEAN Blue Economy Initiative, itu belum dibayarkan waktu itu. Kemudian yang besar juga, finalisasi kontrak desain paviliun World Osaka Expo,” jelasnya.

Namun, Suharso menjamin bahwa target serapan anggaran 97,5% pada bulan Desember akan tercapai. (dis/*)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...