Politik
Kawendra Minta Bank Lebih Berani Biayai Pelaku Ekonomi Kreatif dengan Jaminan Kekayaan Intelektual
Published
2 bulan agoon
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mendorong sektor perbankan agar lebih berani menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku ekonomi kreatif dengan memanfaatkan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) sebagai agunan. Ia menilai langkah ini penting agar pembiayaan negara dapat menjangkau seluruh pelaku usaha kreatif, bukan hanya usaha besar yang sudah mapan. Dorongan tersebut disampaikan di sela agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kawendra menyoroti masih adanya keraguan pihak perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor ekonomi kreatif, meski regulasi terkait pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai jaminan kredit sudah tersedia. “Kita sudah ada PP-nya, sudah ada undang-undangnya juga soal bagaimana produk-produk intellectual property ini dalam sektor ekonomi bisa menjadi collateral di perbankan,” ujarnya.
Menurutnya, karakter usaha ekonomi kreatif berbeda dengan sektor konvensional karena tidak selalu memiliki aset fisik, namun memiliki nilai ekonomi tinggi dari karya seperti hak cipta, desain, musik, hingga produk kreatif lainnya.
Pejuang Politik Gerindra itu meminta perbankan tidak lagi menggunakan pendekatan pembiayaan konvensional yang hanya bertumpu pada jaminan fisik. Ia juga mengapresiasi pemerintah yang telah mengalokasikan KUR ekonomi kreatif sebesar Rp10 triliun pada tahun 2026.
Namun demikian, ia menilai besarnya alokasi tersebut harus diiringi dengan mekanisme penyaluran yang mudah diakses pelaku usaha kreatif kecil.
“Tinggal treatment-nya yang diexercise supaya betul-betul mendapatkan manfaatnya itu pelaku dari semua level,” katanya.
Ia mencontohkan pelaku ekonomi kreatif yang umumnya terdiri dari individu atau tim kecil seperti pelukis, desainer, musisi, hingga kreator digital, sehingga skema KUR tidak bisa disamakan dengan sektor usaha lain yang lebih konvensional.
Meski memahami risiko kredit macet atau non-performing loan (NPL), Kawendra menilai hal tersebut harus dimitigasi melalui sistem penilaian yang tepat, bukan dengan membatasi akses pembiayaan. Ia juga mendorong penguatan ekosistem penilaian kekayaan intelektual melalui sinergi antara perbankan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian UMKM.
Ia berharap penguatan KUR ekonomi kreatif dapat memperluas akses pembiayaan, mendorong pertumbuhan industri kreatif, serta menciptakan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

