Politik
Kawendra: Semangat Berdikari Jadi Arah Utama Kebijakan Ekonomi Nasional
Published
2 bulan agoon
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa semangat “Berdikari” atau “berdiri di atas kaki sendiri” menjadi arah utama kebijakan ekonomi nasional dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, yang untuk pertama kalinya disampaikan langsung oleh Presiden dalam Rapat Paripurna.
Menurut Kawendra, Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk mengimplementasikan Pasal 33 UUD 1945 melalui kebijakan ekonomi yang berpihak pada kepentingan bangsa dan rakyat.
Arah kebijakan tersebut menegaskan pentingnya membangun kemandirian ekonomi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada kekuatan asing maupun gejolak global.
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal disampaikan langsung oleh Presiden. Ini pertama kali dalam sejarah Presiden menyampaikan secara langsung kerangka ekonomi makro dan juga pokok-pokok kebijakan fiskal,” ujar Kawendra usai Rapat Paripurna di selasar Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menilai penyampaian tersebut menjadi penegasan arah baru pembangunan ekonomi nasional yang berlandaskan prinsip berdikari.
“Tadi kita sama-sama melihat bagaimana komitmen Presiden terhadap mengejawantahkan dan mengimplementasikan Pasal 33. Bahwa arah baru ekonomi kita sudah jelas, kita akan mengedepankan kepentingan bangsa dan kepentingan rakyat supaya tidak selamanya kita didikte oleh bangsa lain. Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kawendra menambahkan bahwa Komisi VI DPR RI akan mengawal implementasi kebijakan tersebut melalui fungsi pengawasan, terutama terhadap berbagai regulasi turunan yang akan diterbitkan pemerintah. Menurutnya, seluruh kebijakan ekonomi yang dijalankan harus benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
“Tentu nanti akan diimplementasikan melalui peraturan pemerintah dan kami di Komisi VI akan mengawasi hal tersebut secara optimal. Karena itu sudah menjadi komitmen pemerintah bahwa semua yang dilakukan adalah untuk kepentingan bangsa,” terangnya.
Kawendra juga mendukung komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga aset negara dan menutup potensi kebocoran ekonomi yang selama ini merugikan negara. Ia menilai penguatan tata kelola ekonomi menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian bangsa.
“Selama lebih dari 20 tahun kita melihat begitu banyak kebocoran, belasan ribu triliun, dan itu tidak boleh terjadi lagi kedepannya. Aset negara harus kita jaga dan dioptimalkan sebesar-besarnya untuk bangsa kita,” jelasnya.
Menutup wawancara, Kawendra menilai langkah pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan swasembada menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global.
“Kita melihat dalam kepemimpinan Presiden Prabowo bagaimana hilirisasi dikedepankan, bagaimana komitmen beliau untuk swasembada dijalankan. Itu memperkuat kita sebagai bangsa supaya ketika ada kondisi eksternal, geopolitik, atau ekonomi global, tidak berdampak signifikan terhadap bangsa kita. Bangsa kita harus kuat, berdikari, dan berdiri di atas kaki sendiri,” pungkas Kawendra.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

