Politik
Khilmi: PT PAL Harus Jadi Tulang Punggung Kemandirian Industri Perkapalan Nasional
Published
1 jam agoon
Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Kapoksi Fraksi Partai Gerindra, Khilmi, menegaskan komitmen DPR RI bersama pemerintah untuk memperkuat industri perkapalan nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian maritim Indonesia. Salah satu langkah yang didorong adalah memprioritaskan pengadaan armada maritim dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari industri dalam negeri.
Hal itu disampaikan Khilmi saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, pemerintah tengah memperkuat peran PT PAL Indonesia sebagai induk holding BUMN sektor perkapalan agar mampu menjadi pusat pengembangan industri galangan kapal nasional.
“Di pemerintahan Prabowo-Gibran, fokusnya adalah memperkuat industri perkapalan dalam negeri. PT PAL dijadikan induk perusahaan perkapalan BUMN sehingga kebutuhan Kementerian Pertahanan semakin diarahkan kepada industri nasional,” ujar Khilmi.
Ia menilai penguatan PT PAL sangat penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan armada laut yang kuat, baik untuk mendukung pertahanan, konektivitas antar pulau, maupun aktivitas ekonomi.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Komisi VI DPR RI juga mendukung rencana penggabungan PT PAL dengan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari. Konsolidasi ini dinilai akan meningkatkan efisiensi, memperkuat rantai produksi, serta meningkatkan daya saing industri galangan kapal nasional.
“PT PAL harus terus dibesarkan karena Indonesia adalah negara maritim yang membutuhkan banyak armada kapal. Karena itu, kami mendukung penggabungan PT PAL dengan Kodja Bahari agar industri perkapalan nasional semakin kuat,” tegas Legislator Dapil Jawa Timur X tersebut.
Khilmi mengakui, pada masa lalu pengembangan industri perkapalan nasional terkendala keterbatasan anggaran dan tingginya ketergantungan terhadap pengadaan kapal dari luar negeri. Namun, menurutnya, pemerintah saat ini mulai memberikan prioritas lebih besar kepada penggunaan produk dalam negeri, termasuk untuk pembangunan kapal perang dan alutsista.
Komisi VI DPR RI, lanjutnya, mendukung penuh langkah tersebut agar PT PAL semakin mampu memproduksi kapal berteknologi tinggi, seperti kapal selam dan kapal fregat, di dalam negeri.
“Pemerintah sekarang mendorong agar armada pertahanan laut diproduksi di dalam negeri. Kami mendukung penuh PT PAL untuk membangun kapal-kapal strategis, termasuk kapal selam dan kapal fregat, sehingga kemandirian industri pertahanan nasional semakin kuat,” jelasnya.
Khilmi juga optimistis terhadap prospek industri perkapalan nasional. Menurutnya, PT PAL menunjukkan perbaikan kinerja dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi kesehatan keuangan maupun kemampuan produksi yang semakin didukung kolaborasi dengan BUMN lain dalam penyediaan komponen kapal.
“Kami optimistis PT PAL terus berkembang. Selain kondisi keuangannya semakin sehat, komponen-komponen strategis juga mulai diproduksi di dalam negeri melalui kerja sama dengan BUMN lain. Ini menjadi modal penting menuju industri maritim nasional yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
You may like
Menhan Sjafrie Terima Penyerahan PPKH Lahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan
Khilmi: PT PAL Harus Jadi Tulang Punggung Kemandirian Industri Perkapalan Nasional
Sugiat Santoso Desak Pelaku Pengeroyokan di Bali Diproses Hukum, Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Main Hakim Sendiri
Sabam Rajagukguk: Good Neighbour Policy Harus Diimbangi Perlindungan Warga di Perbatasan
Sabam Rajagukguk Dukung Pembentukan Kodam Baru di NTT untuk Perkuat Pertahanan Kepulauan
Bob Hasan Tegaskan Pentingnya Diferensiasi Fungsi Polri dan Kejaksaan demi Penegakan Hukum Berintegritas
Sri Meliyana Apresiasi Capaian UHC Aceh, Dorong Penguatan Fasilitas dan Layanan Kesehatan
Ade Rezki Pratama Dorong Edukasi Masif Cegah Pekerja Migran Nonprosedural
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

