Politik
La Tinro Dorong Satu Data Indonesia Lindungi Hak Masyarakat Adat
Published
2 minggu agoon
Kejelasan data wilayah masyarakat adat dinilai menjadi faktor krusial dalam mencegah konflik lahan yang selama ini kerap terjadi antara masyarakat adat dan pelaku usaha. Karena itu, penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat dinilai perlu memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan dan batas wilayah masyarakat adat.
Hal tersebut disampaikan Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, La Tinro La Tunrung, usai mengikuti Kunjungan Kerja Baleg DPR RI di Medan, Sumatera Utara, Senin (6/7/2026).
“Permasalahan banyak terjadi pada lahan masyarakat adat. Selama ini data tentang wilayah masyarakat adat yang harus dilindungi belum ada secara jelas. Akibatnya, tanah masyarakat adat terkadang diberikan kepada pengusaha untuk melakukan aktivitas usahanya,” ujar La Tinro.
Menurut Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut, belum adanya data yang akurat mengenai lokasi dan luas wilayah masyarakat adat menyebabkan hak atas tanah adat kerap tumpang tindih dengan kepentingan investasi. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab utama munculnya konflik agraria di berbagai daerah.
La Tinro menegaskan, apabila data mengenai wilayah masyarakat adat telah ditetapkan secara jelas, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi akan memiliki dasar yang kuat dalam melindungi hak-hak masyarakat adat.
“Kalau sudah ada data yang jelas mengenai lokasi maupun luas wilayah masyarakat adat, maka pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak boleh sewenang-wenang mengambil hak masyarakat adat tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, perlindungan terhadap masyarakat adat tidak boleh dipertentangkan dengan kepastian berusaha bagi investor. Menurutnya, kedua kepentingan tersebut harus berjalan beriringan agar tercipta iklim investasi yang sehat sekaligus menjamin perlindungan hak masyarakat adat.
“Investor wajib dilindungi, tetapi perlindungan terhadap masyarakat adat juga harus lebih baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, La Tinro menekankan pentingnya sinkronisasi data antarlembaga sebagai fondasi dalam implementasi RUU Masyarakat Adat. Integrasi data, menurutnya, akan meminimalkan tumpang tindih penguasaan lahan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
“Yang paling utama adalah bagaimana BPN maupun Badan Informasi Geospasial mempunyai data yang sama. Khususnya, Satu Data Indonesia berperan penting untuk melihat kondisi-kondisi ini semua,” pungkasnya.
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Komisi IV DPR Akan Panggil PT BSI, Titiek Soeharto: Tambang Harus Sejahterakan Masyarakat
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

