Connect with us

Politik

Menggergaji Partai dan Setting Agenda Pilkada Satu Pasangan Saja, YLBHI: Rezim Pemerintahan Jokowi Semakin Brutal Melakukan Pembajakan Demokrasi dan Pemerkosaan Negara Hukum

Published

on

YLBHI mengecam bentuk pembajakan demokrasi dan pemerkosaan prinsip negara hukum yang dilakukan oleh Rezim Presiden Jokowi melalui dugaan upaya intervensi atau menggergaji partai dan melakukan rekayasa agar hanya ada satu calon dalam berbagai Pemilihan kepala daerah.rn rnMenurut Ketua YLBHI Muhamad Isnur, hal ini semakin menghilangkan kedaulatan rakyat dan juga semakin menjerumuskan demokrasi dan prinsip negara hukum ke jurang kehancuran yang lebih dalam.rn rnKata dia, dari rangkaian-rangkaian yang diungkap oleh berbagai media/pers, nampak mekanisme hukum telah diperkosa dan dipaksakan untuk menjadi alat kekuasaan memukul pihak lain yang tak seiring.rn rn“Tindakan ini merupakan bagian dari indikator pemerintahan otoriter dan langkah membunuh demokrasi. Tindakan-tindakan otoritarian Pemerintahan Jokowi ini juga telah diperingatkan YLBHI pada Juni 2020,” kata Isnur melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (19/8/2024).rn rn“Bukannya dihentikan dan diperbaiki, Pemerintahan Jokowi justru melakukannya dengan semakin brutal dan berbahaya,” tandasnya.rn rnLanjut Isnur, brutalitas pemerintahan Jokowi dalam penghancuran demokrasi dan menghilangkan kedaulatan rakyat ini membuktikan bahwa permintaan maaf Jokowi yang disampaikan dalam pidato di Sidang Tahunan MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2024) adalah permintaan maaf omong kosong dan merupakan gimmick semata.rn rnDalam catatan YLBHI, pada 26 Juni 2024 Mahkamah Rakyat Luar Biasa memutuskan Rezim Pemerintahan Jokowi terbukti telah melakukan kesalahan-kesalahan besar yakni [1] menyebabkan adanya pelanggaran HAM lintas generasi. [2] memundurkan demokrasi antara lain mengembalikan dwi fungsi TNI/POLRI, melemahkan lembaga dan gerakan pemberantasan korupsi serta memberlakukan kembali azas Domein Verklaring dalam pertanahan dari masa kolonial.rn rnKemudian [3], gagal memenuhi sumpah dan kewajiban Presiden Republik Indonesia yaitu dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa”.rn rnDan [4] Terbukti melakukan setidaknya pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan dan pendirian negara yang ada dalam pembukaan UUD 1945, korupsi dalam arti luas, dan/atau terbukti melakukan perbuatan tercela.rn rnKarena itu, YLBHI menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk tidak mendiamkan penghancuran demokrasi, manipulasi hukum dan konstitusi ini terus berlangsung.rn rn“Kami melihat bahwa Presiden telah semakin nyata melakukan pembangkangan hukum berupa pengkhianatan terhadap negara sehingga sudah sangat layak diberhentikan,” katanya.rn rn“YLBHI juga menyerukan kepada seluruh rakyat untuk tidak mendiamkan kedaulatan rakyat ini semakin dihabisi dan direnggut, diperlukan suara kritis, pengorganisiran dan perjuangan kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk melawan kedzaliman ini,” demikian Isnur.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...