Politik
Obon Tabroni Usulkan Sanksi Administratif Lebih Tegas daripada Pidana bagi Pelanggar Upah
Published
4 bulan agoon
Panitia Kerja (Panja) RUU Ketenagakerjaan Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama akademisi dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Trisakti. Pertemuan tersebut difokuskan untuk menyerap pokok-pokok pikiran serta usulan komprehensif dalam merumuskan paradigma baru regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, mengapresiasi pandangan para akademisi yang tidak hanya membedah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tetapi juga menyoroti keterkaitannya dengan sejumlah regulasi penunjang lainnya. Mulai dari aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman hingga Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).
Salah satu poin krusial yang disoroti Obon dalam forum tersebut adalah kepastian hukum mengenai hak-hak buruh ketika perusahaan dinyatakan pailit. Menurutnya, buruh kerap menjadi pihak yang paling dirugikan tanpa adanya kejelasan mengenai hak mana yang harus diprioritaskan dibanding kewajiban eksternal perusahaan lainnya.
“Satu, Pak, ketika terjadi kepailitan, siapa sih, Pak, yang pertama harus didahulukan haknya? Apakah pajak, buruh, atau kewajiban kepada pemerintah? Karena masih ada yang bilang pajak dulu didahulukan, Undang-Undang 13 bilang buruh dulu, ada undang-undang lain bilang debitur dulu. Saya mohon masukan untuk itu,” ujar Obon di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Isu upah minimum juga menjadi sorotan Panja RUU Ketenagakerjaan. Obon menilai disparitas upah antar wilayah di Pulau Jawa masih sangat tinggi, seperti antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, padahal biaya hidup maupun kemampuan industri dinilai relatif tidak jauh berbeda. Ia mempertanyakan formula yang tepat untuk mengurangi kesenjangan tersebut secara lebih adil.
“Kita mengalami persoalan disparitas upah yang sangat tinggi. Jawa Barat seperti Karawang-Bekasi sekitar lima jutaan, Surabaya juga sekitar lima jutaan, tapi Jawa Tengah seperti Semarang hanya sekitar tiga jutaan. Kalau dilihat dari biaya hidup saya rasa nggak jauh beda, kemampuan perusahaan juga relatif,” tuturnya.
Selain itu, Panja RUU Ketenagakerjaan juga mulai menyoroti masa depan sektor gig economy. Menurut Obon, pola hubungan kerja pekerja platform digital atau gig workers memiliki karakteristik yang berbeda karena dikendalikan oleh sistem, bukan atasan konvensional.
Legislator Gerindra itu menilai tantangan terbesar adalah bagaimana menghadirkan perlindungan hukum yang memadai bagi para pekerja tersebut, tanpa harus memaksa mereka masuk ke dalam pola hubungan kerja formal yang belum tentu sesuai dengan karakter pekerjaannya.
Menutup pandangannya, Obon memberikan catatan kritis terkait penegakan hukum dalam struktur skala upah. Ia menilai sanksi pidana kurungan terhadap pelanggaran pengupahan sering kali tidak tepat sasaran karena justru menyasar jajaran manajemen atau HRD, bukan pemilik modal perusahaan.
Karena itu, ia mengusulkan agar RUU Ketenagakerjaan lebih mengedepankan sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan, termasuk membayar upah di bawah standar minimum.
“Saya rasa itu lebih efektif daripada sekadar pidana. Karena hubungan bisnis itu kan lebih banyak berada di ranah bisnisnya,” pungkasnya.
Menhan Sjafrie Hadiri Rapat Paripurna DPR RI, Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Disetujui
Hari Keempat Pembinaan KKRI, Kadet Perkuat Nilai Sejarah, Ideologi, dan Kecakapan Digital
Kemhan dan TNI Perkuat Respons Bencana, dari Erupsi, Gempa NTT Hingga Karhutla
Sumur Mulai Mengering, Rocky Candra Bergerak Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Tangkit
23 Rumah Terbakar, Gerindra Makassar Bergerak Bantu Warga Asrama Kodam Mattoanging
Peduli Korban Kebakaran, DPC Gerindra Badung Turun Langsung Salurkan Bantuan
Baleg Kebut RUU Reforma Agraria, Bob Hasan Targetkan Rampung Sebelum Hari Tani
Sri Meliyana Ingatkan Peserta JKN Aktif Cek Status Kepesertaan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

