Politik
Putih Sari Soroti Peredaran Obat, Minta Regulasi dan Pengawasan Diperkuat
Published
3 jam agoon
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyoroti pengelolaan dan peredaran obat bebas serta obat bebas terbatas di sarana perdagangan modern. Ia menilai masih terdapat celah dalam implementasi regulasi yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Menurut Putih, saat ini terdapat ruang bagi sarana perdagangan modern untuk mengelola obat bebas dan obat bebas terbatas dengan dukungan tenaga kesehatan penunjang yang telah mengikuti pelatihan tertentu. Namun, disisi lain, masih ditemukan obat yang mengandung bahan berbahaya beredar secara grosir.
“Sekarang peraturannya banyak yang terbentur antara Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 yang harus didukung oleh tenaga kefarmasian. Sedangkan BPOM mengeluarkan Peraturan Nomor 5 Tahun 2026 yang harus didukung oleh faktor pendukung lainnya tanpa tenaga kefarmasian, sehingga dikhawatirkan akan mengancam keselamatan masyarakat,” ujar Putih dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Srikandi Gerindra itu menjelaskan, obat memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk konsumsi umum. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kegagalan terapi, efek samping serius, interaksi obat berbahaya, resistensi antimikroba, hingga kematian.
Karena itu, menurutnya, pengelolaan obat harus dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab profesional yang jelas. Pelayanan kefarmasian juga tidak sebatas menyerahkan obat dari rak kepada konsumen, tetapi mencakup proses verifikasi, pemberian edukasi, hingga pemantauan terhadap efek samping.
“Kedepannya kami akan segera berdiskusi dengan Kemenkes dan BPOM terkait benturan peraturan yang ada. Mengingat, peredaran obat-obatan ini menjadi hal yang krusial karena dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Putih menambahkan, pengalihan fungsi pelayanan kefarmasian kepada tenaga nonkefarmasian yang hanya mengandalkan sertifikat pelatihan berpotensi menimbulkan persoalan akuntabilitas profesional. Karena itu, ia mendorong adanya kejelasan regulasi dan penguatan pengawasan agar akses masyarakat terhadap obat tetap aman.
Hadapi Kekeringan, Orizah Santifa Distribusikan Air Bersih ke Desa-Desa di Brebes
Ade Jona Turun Langsung Temui Pengungsi Sinabung, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Sugiat Santoso Inisiasi Bimbel Gratis untuk 100 Siswa di Langkat
DPR Resmi Dorong Revisi UUPA, TA Khalid Perjuangkan Kewenangan dan Dana Otsus Aceh
Putih Sari Buka Ruang Aspirasi Pekerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
Data Desil DTSEN Bermasalah, Ruby Chairani Minta Bantuan Pendidikan Tak Salah Sasaran
M. Husni: Kepatuhan Warga Jadi Kunci Tekan Korban Jiwa Saat Erupsi Gunung Api
Putih Sari Soroti Peredaran Obat, Minta Regulasi dan Pengawasan Diperkuat
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

