Politik
Soroti Penggerebekan Judi Online, Azis Subekti Minta Ekosistem Kejahatan Digital Dibongkar
Published
4 bulan agoon
Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Azis Subekti, menyoroti penggerebekan markas judi online oleh tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) dan NCB Interpol Polri di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Kamis (7/5/2026).
Menurut Azis, langkah kepolisian yang mengamankan ratusan warga negara asing bukan sekadar pengungkapan kasus kriminal biasa, melainkan gambaran bagaimana wajah kejahatan modern kini berkembang sangat cepat dan lintas negara.
“Ketika sebuah jaringan mampu beroperasi di pusat kota, memakai infrastruktur digital, mengelola transaksi besar, mempekerjakan operator dari berbagai negara, dan menjalankan sistem yang terhubung secara internasional, maka kita sedang berhadapan dengan kejahatan siber transnasional,” ujar Azis, Senin (11/5/2026).
Azis menilai, judi online hanyalah salah satu wajah yang tampak di permukaan. Di baliknya terdapat industri gelap yang lebih besar, mulai dari pencucian uang, perdagangan data pribadi, manipulasi psikologis, hingga eksploitasi algoritma digital.
“Judi online bukan lagi sekadar permainan. Ia sudah berubah menjadi narkotika digital yang menciptakan kecanduan, merusak daya pikir, menggerus ekonomi keluarga, dan menghancurkan kehidupan sosial secara perlahan,” kata legislator Gerindra dari Dapil Jawa Tengah VI tersebut.
Ia mengungkapkan, ancaman judi online berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data PPATK, jumlah pemain judi online di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 3,2 juta orang, mayoritas berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Teknologi yang seharusnya mempercepat akses pendidikan dan membuka peluang ekonomi justru dipakai untuk membangun mesin eksploitasi psikologis berskala besar,” ungkap Azis.
Azis juga menyoroti besarnya perputaran dana judi online yang menurut PPATK pada 2025 mencapai sekitar Rp286 triliun dari ratusan juta transaksi digital. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa yang bekerja bukan lagi kelompok kriminal kecil, melainkan jaringan ekonomi gelap yang terorganisasi dan memiliki kemampuan adaptasi teknologi tinggi.
“Uang itu berasal dari penghasilan masyarakat kecil, tabungan rumah tangga, modal usaha mikro, hingga uang pendidikan anak. Sedikit demi sedikit daya tahan ekonomi keluarga terkikis,” paparnya.
Ia menjelaskan, jaringan judi online kini bekerja dengan pola yang jauh lebih modern melalui pemanfaatan data, media sosial, influencer, live streaming, hingga sistem referral digital untuk mempengaruhi perilaku masyarakat.
Ke depan, Azis mengingatkan ancaman tersebut bisa semakin serius dengan perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi digital yang mampu membaca perilaku manusia secara lebih presisi.
“Perang di ruang digital bukan lagi sekadar perebutan teknologi, tetapi juga perebutan perhatian dan kesadaran manusia,” katanya.
Anggota Komisi II DPR RI itu menilai, pemberantasan judi online tidak cukup hanya melalui pemblokiran situs maupun penangkapan operator lapangan. Menurutnya, pemerintah harus menghancurkan seluruh ekosistem kejahatan digital tersebut, mulai dari aliran dana, jaringan server, afiliator digital, jalur promosi, hingga sistem pencucian uangnya.
“Cyber intelligence harus diperkuat, termasuk kemampuan mendeteksi pola domain baru, iklan terselubung, dan aktivitas digital mencurigakan secara dini,” ungkapnya.
Azis menegaskan, pertahanan utama tetap berada pada manusia itu sendiri. Ia menilai ancaman terbesar di era digital bukan hanya serangan terhadap teknologi, tetapi juga terhadap cara berpikir masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pemberantasan “narkotika digital” membutuhkan kesadaran kolektif melalui penguatan literasi digital, pengawasan keluarga, tanggung jawab platform teknologi, serta lingkungan sosial yang sehat.
“Sebab sejarah menunjukkan, banyak masyarakat tidak runtuh karena serangan besar yang datang tiba-tiba, tetapi melemah perlahan ketika candu dibiarkan tumbuh menjadi budaya,” pungkas Azis Subekti.
Menhan Sjafrie Hadiri Rapat Paripurna DPR RI, Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Disetujui
Hari Keempat Pembinaan KKRI, Kadet Perkuat Nilai Sejarah, Ideologi, dan Kecakapan Digital
Kemhan dan TNI Perkuat Respons Bencana, dari Erupsi, Gempa NTT Hingga Karhutla
Sumur Mulai Mengering, Rocky Candra Bergerak Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Tangkit
23 Rumah Terbakar, Gerindra Makassar Bergerak Bantu Warga Asrama Kodam Mattoanging
Peduli Korban Kebakaran, DPC Gerindra Badung Turun Langsung Salurkan Bantuan
Baleg Kebut RUU Reforma Agraria, Bob Hasan Targetkan Rampung Sebelum Hari Tani
Sri Meliyana Ingatkan Peserta JKN Aktif Cek Status Kepesertaan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

