Politik
Sugiat Santoso Tekankan Pentingnya Kajian Mendalam Sebelum Bentuk RUU Profesi Kurator
Published
2 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, meminta organisasi-organisasi profesi kurator memberikan masukan yang lebih mendalam terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Profesi Kurator. Menurutnya, sebelum membentuk regulasi baru, perlu dilakukan kajian menyeluruh terhadap relevansi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang selama ini menjadi landasan hukum profesi kurator.
Hal tersebut disampaikan Sugiat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XIII DPR RI bersama akademisi, pakar, dan organisasi profesi kurator di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Sugiat menilai, setelah lebih dari dua dekade berlaku, UU Kepailitan dan PKPU perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah substansinya masih relevan dengan perkembangan zaman atau justru membutuhkan revisi yang lebih komprehensif.
“Kalau ternyata setelah 22 tahun Undang-Undang PKPU dan Kepailitan ini sudah banyak pasal yang tidak relevan, maka perlu dipertimbangkan apakah lebih baik merevisi undang-undang tersebut terlebih dahulu dibanding langsung menyusun undang-undang khusus profesi kurator,” ujarnya.
Namun, apabila substansi UU Nomor 37 Tahun 2004 masih dinilai kuat dan memadai, maka pembahasan RUU Profesi Kurator dapat difokuskan pada penguatan aspek kelembagaan, standar kompetensi, dan profesionalisme kurator dalam menjalankan tugasnya.
Karena itu, Sugiat meminta pandangan resmi dari seluruh organisasi profesi kurator mengenai efektivitas dan posisi UU Kepailitan dan PKPU saat ini. Menurutnya, masukan tersebut akan menjadi salah satu dasar penting bagi Komisi XIII dalam menentukan arah pembahasan legislasi ke depan.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga mengapresiasi berbagai usulan yang telah disampaikan dalam rapat. Namun, ia berharap setiap organisasi dapat menyusun masukan secara lebih rinci dan sistematis, termasuk apabila telah memiliki rumusan pasal yang diusulkan.
“Kalau bisa usulan-usulan tersebut di detailkan. Misalnya dari masing-masing organisasi profesi, apa saja poin-poin yang diusulkan, termasuk jika sudah ada rumusan pasal-pasalnya. Itu akan menjadi bahan yang sangat berharga bagi Komisi XIII,” katanya.
Legislator Daerah Pemilihan Sumatera Utara III tersebut menegaskan bahwa meskipun DPR telah memiliki sejumlah kajian awal terkait RUU Profesi Kurator, masukan dari praktisi dan organisasi profesi tetap dibutuhkan untuk memperkaya substansi regulasi yang akan disusun.
Menurut Sugiat, komunikasi dan kolaborasi antara DPR dengan organisasi profesi kurator perlu terus diperkuat agar rancangan undang-undang yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan profesi sekaligus memperkuat kepastian hukum dalam praktik kepailitan di Indonesia.
“Harapan kami, masing-masing organisasi profesi dapat memberikan usulan yang lebih spesifik dan detail sehingga proses penyusunan RUU ini benar-benar didasarkan pada kebutuhan dan pengalaman praktik di lapangan,” pungkasnya.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

