Politik
Sugiat Santoso Usul Warga Binaan Dilatih Jadi Tenaga Kerja untuk Dukung Hilirisasi Industri
Published
3 minggu agoon
Komisi XIII DPR RI mendorong Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengoptimalkan potensi ratusan ribu warga binaan agar dapat berkontribusi nyata bagi negara. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, mengusulkan agar warga binaan usia produktif dibekali pelatihan keterampilan dan disiapkan menjadi tenaga kerja profesional untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN), khususnya di sektor hilirisasi industri.
Legislator Daerah Pemilihan Sumatera Utara III itu menilai sekitar 274 ribu warga binaan yang saat ini berada di lembaga pemasyarakatan merupakan potensi sumber daya manusia yang besar apabila dibina dan diberdayakan secara optimal.
“Ada 274 ribu warga binaan yang punya potensi sebagai pekerja. Jika separuhnya merupakan usia produktif, sekitar 100 ribu hingga 150 ribu orang dilatih menjadi tenaga kerja profesional, kita akan memiliki suplai tenaga kerja yang besar untuk mendukung industri sekaligus mencegah penutupan pabrik-pabrik. Jadikan lembaga pemasyarakatan sebagai pusat pembinaan tenaga kerja yang mampu menghasilkan sesuatu yang konkret bagi negara,” ujar Sugiat dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra itu juga mengkritisi pola pengelolaan lembaga pemasyarakatan yang selama ini seluruh biaya hidup narapidana ditanggung negara, termasuk bagi pelaku tindak pidana korupsi. Menurutnya, paradigma tersebut perlu diubah agar warga binaan dapat menjalani pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk membantu pemulihan korban kejahatan.
“Ini kan lucu, korupsi bermiliar-miliar masuk penjara, makan dan tempat tidurnya ditanggung negara. Saya ingin diarahkan agar warga binaan ini tidak hanya makan dan tidur dengan biaya negara. Suruh mereka bekerja. Kalau mereka produktif, pada akhirnya mereka bisa memberikan sesuatu untuk membantu memulihkan kehidupan korban kejahatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sugiat menekankan bahwa esensi keadilan tidak hanya berfokus pada pembinaan pelaku kejahatan, tetapi juga harus memberikan perhatian terhadap pemulihan korban.
“Keadilan itu bukan berbaik-baik kepada pelaku kejahatan, tetapi bagaimana negara hadir untuk memulihkan kehidupan korban. Program ini harus benar-benar dipikirkan ke depan agar lembaga pemasyarakatan memiliki sumbangsih nyata bagi negara,” pungkasnya.
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Komisi IV DPR Akan Panggil PT BSI, Titiek Soeharto: Tambang Harus Sejahterakan Masyarakat
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

