Politik
Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal, Bahtra Tegaskan Pentingnya Diplomasi Langsung Antar Pemimpin
Published
2 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi II DPR RI sekaligus Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menanggapi kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Bahtra, pandangan yang disampaikan diplomat senior seperti Dino merupakan masukan yang positif dalam memperkaya diskursus publik mengenai arah dan pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia. Namun, ia menilai diplomasi tingkat kepala negara tidak dapat disederhanakan hanya melalui komunikasi virtual, baik melalui pertemuan daring maupun percakapan telepon.
Bahtra menjelaskan bahwa dalam praktik hubungan internasional, diplomasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat posisi tawar Indonesia, membuka peluang kerja sama, serta menyelesaikan berbagai negosiasi yang memerlukan interaksi langsung antar pemimpin negara.
“Diplomasi antar kepala negara tidak sama dengan rapat virtual. Banyak keputusan strategis di bidang investasi, perdagangan, pertahanan, energi, dan kerja sama internasional lahir dari komunikasi langsung yang membangun kepercayaan dan komitmen politik antar pemimpin,” ujar Bahtra dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
Bahtra juga menegaskan bahwa setiap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo bukan sekadar perjalanan seorang kepala negara, melainkan misi diplomasi yang membawa kepentingan nasional Indonesia. Dalam setiap lawatan, Presiden turut didampingi delegasi yang terdiri dari unsur pemerintah, BUMN, hingga pelaku usaha untuk memperjuangkan berbagai agenda strategis di tingkat global.
Sebagai contoh, Bahtra menyoroti kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis yang menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama dan komitmen komersial di sektor energi, perdagangan, dan pertahanan dengan nilai mencapai sekitar US$3,5 miliar atau lebih dari Rp61 triliun.
“Kunjungan presiden bukan sekadar seremoni atau agenda simbolik. Ada manfaat ekonomi yang nyata, ada peluang investasi yang terbuka, ada kerja sama strategis yang dibangun, dan semuanya berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Terkait biaya kunjungan luar negeri Presiden, Bahtra menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk meminta transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara. Namun demikian, menurutnya, evaluasi terhadap kunjungan tersebut juga perlu mempertimbangkan manfaat strategis, diplomatik, dan ekonomi yang diperoleh Indonesia, bukan semata-mata melihat besaran biaya yang dikeluarkan.
“Yang perlu dilihat adalah hasil dan dampaknya bagi kepentingan nasional. Diplomasi yang efektif memang membutuhkan investasi, tetapi manfaat yang diperoleh bangsa dan negara jauh lebih besar jika diukur dari peluang kerja sama, investasi, dan penguatan posisi Indonesia di dunia internasional,” pungkasnya.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

