Politik
Tinjau KM Kelimutu, Kardaya Warnika Dorong Percepatan Peremajaan Armada PELNI
Published
3 bulan agoon
Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika, menegaskan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI harus dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat peremajaan armada dan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kardaya usai meninjau kondisi dan kelaikan KM Kelimutu bersama PT PELNI dalam rangka pengawasan efektivitas pelaksanaan PMN Tahun 2025 di Terminal Penumpang Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).
“Awalnya PELNI mengajukan PMN untuk mengganti kapal-kapal yang sudah tua dan tidak lagi layak. Pada prinsipnya usulan itu telah disetujui. Apalagi Presiden Prabowo menempatkan kebutuhan rakyat sebagai prioritas utama,” ujar Kardaya.
Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan, Komisi XI DPR RI ingin memastikan perubahan pengelolaan investasi pemerintah dari Kementerian Keuangan ke Danantara tidak menghambat proses peningkatan layanan kepada masyarakat.
“Kami ingin melihat progres pemanfaatan PMN yang sudah diberikan. Jangan sampai perubahan kewenangan ini justru menunda pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Kardaya menekankan bahwa PMN harus digunakan untuk memperkuat fungsi pelayanan publik yang dijalankan PELNI sebagai operator transportasi laut dengan skema Public Service Obligation (PSO).
“Kami meminta PMN dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pelayanan masyarakat. Karena ini PSO, ukurannya bukan semata keuntungan perusahaan, melainkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada rakyat,” jelasnya.
Ia menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar dukungan modal dari negara benar-benar diikuti dengan peningkatan kinerja dan pelayanan.
“Jangan sampai negara sudah memberikan dukungan dan permodalan, tetapi perusahaan tidak serius menjalankan fungsinya. Karena itu kami turun langsung, meninjau kapal dan berdialog dengan para penumpang,” katanya.
Terkait armada yang telah berusia tua, Kardaya menilai pemeliharaan memang penting untuk menjaga kelayakan operasional kapal. Namun, program peremajaan tetap harus menjadi prioritas demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Jangan sampai kapal yang sudah tua dan tidak laik masih terus digunakan. Sebagian besar pengguna PELNI adalah masyarakat menengah ke bawah yang berhak mendapatkan layanan transportasi yang aman dan nyaman,” ucapnya.
Menurut Kardaya, keberhasilan PMN kepada PELNI harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan negara, bukan hanya dari sisi keuntungan perusahaan.
“PMN harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat dan negara. Dengan dukungan negara, PELNI harus mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil dialog dengan para penumpang, Kardaya menilai pelayanan PELNI saat ini sudah cukup baik. Meski demikian, ia berharap kualitas layanan terus ditingkatkan seiring dengan program peremajaan armada yang tengah berjalan.
“Secara umum pelayanan PELNI sudah cukup baik, tetapi ke depan harus lebih baik lagi agar mampu memenuhi harapan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah memberikan PMN kepada PELNI sebesar Rp1,5 triliun melalui PP Nomor 53 Tahun 2024 dan Rp2,5 triliun melalui PP Nomor 53 Tahun 2025. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan tiga kapal penumpang baru guna menggantikan armada yang telah menua, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, keselamatan pelayaran, dan konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Menhan Sjafrie Hadiri Rapat Paripurna DPR RI, Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Disetujui
Hari Keempat Pembinaan KKRI, Kadet Perkuat Nilai Sejarah, Ideologi, dan Kecakapan Digital
Kemhan dan TNI Perkuat Respons Bencana, dari Erupsi, Gempa NTT Hingga Karhutla
Sumur Mulai Mengering, Rocky Candra Bergerak Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Tangkit
23 Rumah Terbakar, Gerindra Makassar Bergerak Bantu Warga Asrama Kodam Mattoanging
Peduli Korban Kebakaran, DPC Gerindra Badung Turun Langsung Salurkan Bantuan
Baleg Kebut RUU Reforma Agraria, Bob Hasan Targetkan Rampung Sebelum Hari Tani
Sri Meliyana Ingatkan Peserta JKN Aktif Cek Status Kepesertaan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

