Politik
Wihadi Optimistis Postur APBN 2026 Tetap Terkendali Tanpa APBN-P
Published
2 minggu agoon
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto, menilai Outlook Postur APBN 2026 yang disampaikan Menteri Keuangan menunjukkan kondisi fiskal nasional masih berada pada jalur yang sehat. Karena itu, ia berpandangan pemerintah belum memerlukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Wihadi usai mengikuti Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurut Wihadi, meskipun pendapatan negara, belanja negara, dan defisit diproyeksikan mengalami perubahan dibandingkan asumsi awal dalam Undang-Undang APBN 2026, pemerintah dinilai masih mampu menjaga keseimbangan fiskal melalui pengendalian defisit dan peningkatan penerimaan negara.
“Saya kira pada APBN 2026 tidak diperlukan anggaran perubahan, karena kita masih mampu menekan angka defisit dan mendorong penerimaan negara. Perkembangan penerimaan juga menunjukkan tren yang cukup baik,” ujar Wihadi.
Pejuang Politik Gerindra itu menegaskan, upaya menjaga kesehatan APBN tidak hanya bergantung pada penambahan anggaran, tetapi juga pada konsistensi pemerintah dalam melakukan efisiensi belanja dan mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan negara.
“Kuncinya adalah efisiensi anggaran. Di sisi lain, kita juga harus terus mendorong peningkatan penerimaan agar seluruh program prioritas pemerintah tetap dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Berdasarkan paparan Menteri Keuangan, Outlook Postur APBN 2026 memproyeksikan pendapatan negara mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN. Capaian tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diproyeksikan melampaui target.
Sementara itu, belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6 persen dari pagu APBN. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung program prioritas pemerintah melalui belanja kementerian/lembaga, belanja non-kementerian/lembaga, serta transfer ke daerah.
Pemerintah juga mengalokasikan tambahan belanja sebesar Rp132 triliun untuk memenuhi kewajiban pembayaran subsidi dan kompensasi energi. Adapun defisit APBN diproyeksikan sebesar Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan pembiayaan anggaran pada besaran yang sama.
Dalam paparannya, Menteri Keuangan menegaskan bahwa proyeksi defisit tersebut masih berada dalam batas yang aman sehingga tetap mampu menjaga kredibilitas fiskal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Komisi IV DPR Akan Panggil PT BSI, Titiek Soeharto: Tambang Harus Sejahterakan Masyarakat
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

